"

Rabu, 20 Februari 2013

Islam--Jalan menuju allah melalui ketaatan

Pasal
12

Islam—Jalan
menuju Allah melalui Ketaatan

[Huruf-huruf
Arab]

”DENGAN menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Kalimat ini adalah terjemahan dari teks Quran dalam bahasa Arab yang tertera di atas. Kelanjutan teks itu berbunyi, ”Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”—Quran, surat 1:1-7.

2
Kata-kata ini merupakan Al Faatihah (”Pembukaan”), surat pertama kitab suci orang Muslim Al Quran, atau Quran. Karena lebih dari 1 di antara 5 penduduk dunia beragama Islam dan setiap hari orang Muslim yang saleh melantunkan ayat-ayat ini lebih dari satu kali pada kelima waktu salat, kata-kata ini pasti termasuk kata-kata yang paling banyak diucapkan di muka bumi.

Kamis, 14 Februari 2013

Kemurtadan-Jalan menuju Allah terhalang.

Pasal
11

Kemurtadan—Jalan
menuju Allah Terhalang

MENGAPA 400 tahun pertama sejarah Susunan Kristen begitu penting? Alasannya sama dengan pentingnya tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak—karena periode itu merupakan tahun-tahun pembentukan yang menjadi dasar kepribadian individu tersebut di masa depan. Apa yang disingkapkan oleh abad-abad permulaan Susunan Kristen?

2
Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita ingat suatu kebenaran yang dinyatakan oleh Yesus Kristus, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” Jalan yang sesuai dengan kemauan kita itu lebar; jalan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar itu sempit.—Matius 7:13, 14.

3
Pada awal Kekristenan terbentanglah dua jalan di hadapan orang-orang yang mendukung iman yang tidak populer itu—tanpa kompromi berpegang pada ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip dari Kristus dan Alkitab atau tertarik ke jalan kompromi yang lebar dan mudah bersama dunia zaman itu. Seperti yang akan kita lihat, 400 tahun pertama sejarah tersebut memperlihatkan jalan mana yang akhirnya dipilih oleh kebanyakan orang.

Kekristenan-Apakah Yesus jalan menuju Allah ???

Pasal
10

Kekristenan—Apakah
Yesus Jalan menuju Allah?
Sejauh ini, kecuali pasal mengenai Yudaisme, kita telah membahas agama-agama besar yang banyak didasarkan atas mitos. Sekarang kita akan mengkaji agama lain yang mengaku mendekatkan manusia kepada Allah—Kekristenan. Apa dasar Kekristenan—mitos atau fakta sejarah?

SEJARAH Susunan Kristen, yang diwarnai banyak peperangan, inkwisisi, perang salib, dan kemunafikan, tidak mendukung gerakan Kekristenan. Kebejatan dan kemerosotan moral dunia Barat yang ”Kristen” menjadi alasan bagi umat Muslim yang saleh dan umat agama lain untuk menolak Kekristenan. Ya, bangsa-bangsa yang disebut Kristen telah kehilangan kendali moral mereka dan telah kandas di batu-batu karang ketiadaan iman, ketamakan, dan pemuasan hawa nafsu.

Yudaisme-Upaya mencari Allahmelalui kitab sucii dan tradisi.

Pasal
9

Yudaisme—Upaya
Mencari Allah melalui Kitab Suci dan Tradisi

MUSA, Yesus, Mahler, Marx, Freud, dan Einstein—apa kesamaan mereka? Semuanya adalah orang Yahudi, dan dengan berbagai cara mereka telah mempengaruhi sejarah serta kebudayaan manusia. Selama ribuan tahun, orang Yahudi memang memiliki peranan yang mencolok. Alkitab sendiri adalah buktinya.

2
Tidak seperti agama dan kebudayaan kuno lainnya, Yudaisme berakar pada sejarah, bukan pada mitos. Namun, mungkin ada yang bertanya: Orang Yahudi hanyalah minoritas kecil, kira-kira 14,5 juta di antara penduduk dunia yang berjumlah lebih dari 6 miliar orang, jadi untuk apa kita berminat pada agama mereka, Yudaisme?

Shinto-Pencariian Orang jepang akan Allah

Pasal
8

Shinto—Pencarian
Orang Jepang akan Allah
”Karena ayah saya seorang pendeta Shinto, setiap pagi sebelum sarapan kami disuruh mempersembahkan segelas air dan semangkuk nasi di kamidana [kuil keluarga]. Setelah itu, kami mengambil nasi tersebut dan memakannya. Dengan begitu, saya yakin dewa-dewi akan melindungi kami.
”Ketika membeli rumah, kami dengan saksama meminta petunjuk seorang syaman, atau dukun, untuk memastikan bahwa lokasi rumah baru kami menguntungkan dalam kaitannya dengan rumah lama kami. Ia memperingatkan kami terhadap tiga gerbang hantu dan menyuruh kami mengikuti ritus pembersihan yang ayah tetapkan. Maka, kami membersihkan ketiga tempat itu dengan garam sebulan sekali.”—Mayumi T.

SHINTO terutama dianut di Jepang. Menurut Nihon Shukyo Jiten (Ensiklopedia Agama-Agama Jepang), ”Bisa dikatakan Shintoisme terbentuk seiring dengan budaya etnis Jepang, dan Shintoisme adalah budaya keagamaan yang hanya dijalankan oleh masyarakat etnis ini.” Tetapi, pengaruh bisnis dan kebudayaan Jepang sekarang begitu meluas sehingga kita tentu tertarik untuk mengetahui apa saja segi keagamaan yang membentuk sejarah dan kepribadian orang Jepang.

Taoisme dan Konfusianisme-Pencarian akan jalan langit.

Pasal
7

Taoisme
dan Konfusianisme—Pencarian akan Jalan Langit
Taoisme, Konfusianisme, dan Buddhisme merupakan tiga agama besar di Cina dan Timur Jauh. Namun, berbeda dengan Buddhisme, Taoisme dan Konfusianisme tidak menjadi agama dunia tetapi pada dasarnya tetap berada di Cina dan di tempat mana pun yang dipengaruhi kebudayaan Cina. Walaupun tidak ada angka resmi jumlah pengikutnya di Cina, Taoisme beserta Konfusianisme telah menguasai kehidupan agama hampir seperempat penduduk dunia selama 2.000 tahun terakhir.

’BIARKAN seratus kuntum bunga berkembang; biarkan seratus aliran bertanding.’ Ungkapan itu, yang dimasyhurkan oleh Mao Zedong dari Republik Rakyat Cina dalam sebuah pidato pada tahun 1956, sebenarnya disadur dari ungkapan para pakar Tionghoa untuk melukiskan zaman di Cina dari abad kelima sampai abad ketiga SM, yang disebut zaman Peperangan Antarnegara. Pada waktu itu, dinasti Zhou yang perkasa (

± 1122-256 SM) sudah merosot dan kerajaan-kerajaan kecilnya tidak kompak dan terus saling berperang sehingga rakyat jelata sangat menderita.

Budhisme---Pencarian akan pencerahan tanpa Allah.

Pasal
6

Buddhisme—Pencarian
akan Pencerahan tanpa Allah

BUDDHISME, yang hampir tidak dikenal di luar Asia pada awal abad ke-20, sekarang dianggap sebagai agama dunia. Bahkan, banyak orang di negeri-negeri Barat tidak menduga bahwa agama tersebut bisa tumbuh subur di lingkungan mereka. Hal ini terutama disebabkan oleh gelombang pengungsi internasional. Banyak orang Asia menetap di Eropa Barat, Amerika Utara, Australia, dan tempat-tempat lain. Seraya makin banyak imigran bermukim di negeri yang baru, mereka membawa serta agama mereka. Dengan sendirinya, semakin banyak orang di negeri-negeri Barat berkenalan dengan Buddhisme. Hal tersebut, ditambah dengan sikap serba boleh dan kemunduran rohani dalam gereja-gereja tradisional, menyebabkan sejumlah orang berpindah ke agama yang ”baru” ini.—2 Timotius 3:1, 5.

2
Hasilnya, menurut The World Almanac and Book of Facts 2001, Buddhisme mengaku mempunyai kira-kira 356 juta penganut di seluruh dunia, sekitar 1,5 juta di Eropa, 2,6 juta di Amerika Utara, dan 635.000 di Amerika Latin. Akan tetapi, sebagian besar pengikut Buddhisme tetaplah terdapat di negeri-negeri Asia, seperti Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Jepang, Korea, dan Cina. Sebenarnya, siapakah Buddha? Bagaimana Buddhisme terbentuk? Apa ajaran dan tata cara ibadat Buddhisme?