"

Kamis, 04 Juli 2013

Kebaktian Besar Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa

 

Setiap tahun, Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan pertemuan besar selama tiga hari, yang disebut kebaktian distrik. Cari tahu lebih banyak tentang acara tahunan ini.

’Firman Allah Adalah Kebenaran!’

Kami senang mengundang Anda untuk menghadiri kebaktian besar tahun ini yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa selama tiga hari.

JANGAN LEWATKAN:

Ceramah menarik berjudul ”Apa Kebenaran Itu?” akan mengulas mengapa kita dapat memercayai Firman Allah, Alkitab.
Dua pementasan drama akan menghidupkan kisah-kisah Alkitab dan membantu kita menarik hikmahnya.

YANG BOLEH HADIR:

Semua orang. Tidak ada biaya masuk maupun kolekte.

Rabu, 20 Februari 2013

Allah yang benar dan masa depan anda

Pasal
16

Allah
yang Benar dan Masa Depan Anda
”Di alam semesta yang misterius ini, Manusia dapat merasa pasti akan satu hal. Manusia sendiri pasti bukan wujud rohaniah paling mulia di Alam Semesta. . . . Ada suatu wujud di Alam Semesta yang secara rohaniah lebih mulia daripada Manusia sendiri. . . . Tujuan Manusia adalah mencari kerukunan dengan wujud di balik fenomena ini, dan mencarinya dengan maksud menyelaraskan dirinya dengan realitas rohaniah yang mutlak ini.”—An Historian’s Approach to Religion, oleh Arnold Toynbee.

SELAMA bagian terbesar dari enam ribu tahun terakhir, manusia telah mencari ”realitas rohaniah yang mutlak” itu dengan kadar semangat yang berbeda-beda. Setiap agama besar—Hinduisme, Islam, Buddhisme, Shinto, Konfusianisme, Taoisme, Yudaisme, Kristen, atau lainnya—mempunyai nama yang berbeda untuk ”realitas rohaniah yang mutlak” itu. Akan tetapi, Alkitab mengungkapkan bahwa realitas ini mempunyai nama, jenis kelamin, dan kepribadian—Yehuwa, Allah yang hidup. Allah yang tidak ada duanya ini berfirman kepada Kores Agung dari Persia, ”Akulah Yehuwa, dan tidak ada yang lain. Kecuali aku tidak ada Allah. . . . Akulah yang membuat bumi dan menciptakan manusia di atasnya.”—Yesaya 45:5, 12, 18; Mazmur 68:19, 20.

Kembali kepada allah yang benar

Pasal
15

Kembali
kepada Allah yang Benar
”Aku memberikan kepadamu perintah baru, agar kamu mengasihi satu sama lain; sebagaimana aku telah mengasihi kamu, agar kamu juga mengasihi satu sama lain. Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.”—Yohanes 13:34, 35.

DENGAN kata-kata itu, Yesus menetapkan patokan bagi orang yang mengaku sebagai pengikutnya yang sejati. Kasih Kristen mengatasi semua perbedaan ras, suku, dan bangsa. Dengan demikian, orang Kristen sejati harus ”bukan bagian dari dunia” seperti halnya Yesus, dahulu dan sekarang, ”bukan bagian dari dunia”.—Yohanes 17:14, 16; Roma 12:17-21.

2
Bagaimana seorang Kristen menunjukkan bahwa dia ”bukan bagian dari dunia”? Contohnya, bagaimana seharusnya tindakan dia sehubungan dengan pergolakan politik, revolusi, dan peperangan pada zaman ini? Selaras dengan kata-kata Yesus di atas, rasul Kristen Yohanes menulis, ”Setiap orang yang tidak terus melakukan keadilbenaran tidak berasal dari Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudaranya. Karena inilah pesan yang telah kamu dengar sejak awal, yaitu bahwa kita harus mengasihi satu sama lain.” Dan, Yesus sendiri menjelaskan mengapa murid-muridnya tidak bertempur untuk membebaskan dia, dengan berkata, ”Kerajaanku bukan bagian dari dunia ini. Jika kerajaanku bagian dari dunia ini, pelayan-pelayanku pasti sudah akan berjuang . . . Tetapi kerajaanku bukan dari sumber ini.” Bahkan ketika nyawa Yesus terancam, para pengikutnya tidak mengikuti cara dunia ini menyelesaikan pertikaian, yaitu dengan berperang.—1 Yohanes 3:10-12; Yohanes 18:36.

Ketidak percayaan zaman modern--haruskah pencarian dilanjutkan

Pasal
14

Ketidakpercayaan
Zaman Modern—Haruskah Pencarian Dilanjutkan?
”Allah tidak penting lagi bagi umat manusia. Mereka semakin jarang memikirkan Dia dalam kehidupan sehari-hari atau dalam pengambilan keputusan. . . . Allah telah diganti dengan nilai-nilai lain: penghasilan dan produktivitas. Dia dulu mungkin dianggap sebagai pemberi makna semua kegiatan manusia, tetapi dewasa ini Dia sudah dibuang ke lubang rahasia dalam sejarah. . . . Allah telah lenyap dari kesadaran manusia.”—The Sources of Modern Atheism.

BELUM lama berselang, peranan Allah sangat penting dalam kehidupan orang-orang di dunia Barat. Agar dapat diterima dalam masyarakat, seseorang harus mengaku percaya akan Allah, walaupun belum tentu ia sungguh-sungguh menjalankan kepercayaannya. Ia tidak berani mengungkapkan keraguan atau ketidakpastian apa pun di hadapan umum karena hal itu akan mengagetkan dan mungkin bahkan dapat membuat dirinya dikecam.

Reformasi--Pencarian Menempuh arah baru

Pasal
13

Reformasi—Pencarian
Menempuh Arah Baru

”TRAGEDI yang sesungguhnya dalam gereja abad pertengahan adalah kegagalannya untuk bergerak mengikuti waktu. . . . Gereja sama sekali tidak progresif, sama sekali tidak memberikan bimbingan rohani, malah kian memburuk dan merosot, semua anggotanya korup.” Demikianlah kata buku The Story of the Reformation tentang Gereja Katolik Roma yang kuat, yang mendominasi sebagian besar Eropa dari abad ke-5 sampai abad ke-15 M.

2
Bagaimana Gereja Roma bisa jatuh dari kedudukannya yang sangat kuat hingga ’merosot dan korup’? Bagaimana kepausan, yang mengaku sebagai penerus kerasulan, ternyata gagal memberikan ”bimbingan rohani”? Dan, apa akibat kegagalan ini? Untuk mendapatkan jawabannya, kita perlu meninjau secara singkat apa saja sepak terjang Gereja dan apa peranannya dalam pencarian manusia akan Allah yang benar.

Islam--Jalan menuju allah melalui ketaatan

Pasal
12

Islam—Jalan
menuju Allah melalui Ketaatan

[Huruf-huruf
Arab]

”DENGAN menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Kalimat ini adalah terjemahan dari teks Quran dalam bahasa Arab yang tertera di atas. Kelanjutan teks itu berbunyi, ”Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”—Quran, surat 1:1-7.

2
Kata-kata ini merupakan Al Faatihah (”Pembukaan”), surat pertama kitab suci orang Muslim Al Quran, atau Quran. Karena lebih dari 1 di antara 5 penduduk dunia beragama Islam dan setiap hari orang Muslim yang saleh melantunkan ayat-ayat ini lebih dari satu kali pada kelima waktu salat, kata-kata ini pasti termasuk kata-kata yang paling banyak diucapkan di muka bumi.

Kamis, 14 Februari 2013

Kemurtadan-Jalan menuju Allah terhalang.

Pasal
11

Kemurtadan—Jalan
menuju Allah Terhalang

MENGAPA 400 tahun pertama sejarah Susunan Kristen begitu penting? Alasannya sama dengan pentingnya tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak—karena periode itu merupakan tahun-tahun pembentukan yang menjadi dasar kepribadian individu tersebut di masa depan. Apa yang disingkapkan oleh abad-abad permulaan Susunan Kristen?

2
Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita ingat suatu kebenaran yang dinyatakan oleh Yesus Kristus, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” Jalan yang sesuai dengan kemauan kita itu lebar; jalan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar itu sempit.—Matius 7:13, 14.

3
Pada awal Kekristenan terbentanglah dua jalan di hadapan orang-orang yang mendukung iman yang tidak populer itu—tanpa kompromi berpegang pada ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip dari Kristus dan Alkitab atau tertarik ke jalan kompromi yang lebar dan mudah bersama dunia zaman itu. Seperti yang akan kita lihat, 400 tahun pertama sejarah tersebut memperlihatkan jalan mana yang akhirnya dipilih oleh kebanyakan orang.