"

Kamis, 14 Februari 2013

Yudaisme-Upaya mencari Allahmelalui kitab sucii dan tradisi.

Pasal
9

Yudaisme—Upaya
Mencari Allah melalui Kitab Suci dan Tradisi

MUSA, Yesus, Mahler, Marx, Freud, dan Einstein—apa kesamaan mereka? Semuanya adalah orang Yahudi, dan dengan berbagai cara mereka telah mempengaruhi sejarah serta kebudayaan manusia. Selama ribuan tahun, orang Yahudi memang memiliki peranan yang mencolok. Alkitab sendiri adalah buktinya.

2
Tidak seperti agama dan kebudayaan kuno lainnya, Yudaisme berakar pada sejarah, bukan pada mitos. Namun, mungkin ada yang bertanya: Orang Yahudi hanyalah minoritas kecil, kira-kira 14,5 juta di antara penduduk dunia yang berjumlah lebih dari 6 miliar orang, jadi untuk apa kita berminat pada agama mereka, Yudaisme?

Shinto-Pencariian Orang jepang akan Allah

Pasal
8

Shinto—Pencarian
Orang Jepang akan Allah
”Karena ayah saya seorang pendeta Shinto, setiap pagi sebelum sarapan kami disuruh mempersembahkan segelas air dan semangkuk nasi di kamidana [kuil keluarga]. Setelah itu, kami mengambil nasi tersebut dan memakannya. Dengan begitu, saya yakin dewa-dewi akan melindungi kami.
”Ketika membeli rumah, kami dengan saksama meminta petunjuk seorang syaman, atau dukun, untuk memastikan bahwa lokasi rumah baru kami menguntungkan dalam kaitannya dengan rumah lama kami. Ia memperingatkan kami terhadap tiga gerbang hantu dan menyuruh kami mengikuti ritus pembersihan yang ayah tetapkan. Maka, kami membersihkan ketiga tempat itu dengan garam sebulan sekali.”—Mayumi T.

SHINTO terutama dianut di Jepang. Menurut Nihon Shukyo Jiten (Ensiklopedia Agama-Agama Jepang), ”Bisa dikatakan Shintoisme terbentuk seiring dengan budaya etnis Jepang, dan Shintoisme adalah budaya keagamaan yang hanya dijalankan oleh masyarakat etnis ini.” Tetapi, pengaruh bisnis dan kebudayaan Jepang sekarang begitu meluas sehingga kita tentu tertarik untuk mengetahui apa saja segi keagamaan yang membentuk sejarah dan kepribadian orang Jepang.

Taoisme dan Konfusianisme-Pencarian akan jalan langit.

Pasal
7

Taoisme
dan Konfusianisme—Pencarian akan Jalan Langit
Taoisme, Konfusianisme, dan Buddhisme merupakan tiga agama besar di Cina dan Timur Jauh. Namun, berbeda dengan Buddhisme, Taoisme dan Konfusianisme tidak menjadi agama dunia tetapi pada dasarnya tetap berada di Cina dan di tempat mana pun yang dipengaruhi kebudayaan Cina. Walaupun tidak ada angka resmi jumlah pengikutnya di Cina, Taoisme beserta Konfusianisme telah menguasai kehidupan agama hampir seperempat penduduk dunia selama 2.000 tahun terakhir.

’BIARKAN seratus kuntum bunga berkembang; biarkan seratus aliran bertanding.’ Ungkapan itu, yang dimasyhurkan oleh Mao Zedong dari Republik Rakyat Cina dalam sebuah pidato pada tahun 1956, sebenarnya disadur dari ungkapan para pakar Tionghoa untuk melukiskan zaman di Cina dari abad kelima sampai abad ketiga SM, yang disebut zaman Peperangan Antarnegara. Pada waktu itu, dinasti Zhou yang perkasa (

± 1122-256 SM) sudah merosot dan kerajaan-kerajaan kecilnya tidak kompak dan terus saling berperang sehingga rakyat jelata sangat menderita.

Budhisme---Pencarian akan pencerahan tanpa Allah.

Pasal
6

Buddhisme—Pencarian
akan Pencerahan tanpa Allah

BUDDHISME, yang hampir tidak dikenal di luar Asia pada awal abad ke-20, sekarang dianggap sebagai agama dunia. Bahkan, banyak orang di negeri-negeri Barat tidak menduga bahwa agama tersebut bisa tumbuh subur di lingkungan mereka. Hal ini terutama disebabkan oleh gelombang pengungsi internasional. Banyak orang Asia menetap di Eropa Barat, Amerika Utara, Australia, dan tempat-tempat lain. Seraya makin banyak imigran bermukim di negeri yang baru, mereka membawa serta agama mereka. Dengan sendirinya, semakin banyak orang di negeri-negeri Barat berkenalan dengan Buddhisme. Hal tersebut, ditambah dengan sikap serba boleh dan kemunduran rohani dalam gereja-gereja tradisional, menyebabkan sejumlah orang berpindah ke agama yang ”baru” ini.—2 Timotius 3:1, 5.

2
Hasilnya, menurut The World Almanac and Book of Facts 2001, Buddhisme mengaku mempunyai kira-kira 356 juta penganut di seluruh dunia, sekitar 1,5 juta di Eropa, 2,6 juta di Amerika Utara, dan 635.000 di Amerika Latin. Akan tetapi, sebagian besar pengikut Buddhisme tetaplah terdapat di negeri-negeri Asia, seperti Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Jepang, Korea, dan Cina. Sebenarnya, siapakah Buddha? Bagaimana Buddhisme terbentuk? Apa ajaran dan tata cara ibadat Buddhisme?

Senin, 11 Februari 2013

Hinduisme----Pencarian akan kelepasan.

Pasal
5

Hinduisme—Pencarian
akan Kelepasan
”Menurut kebiasaan masyarakat Hindu, hal pertama yang dilakukan setiap pagi ialah mandi di sungai terdekat atau di rumah jika tidak ada sungai atau kali. Mereka percaya bahwa hal ini akan menyucikan mereka. Selanjutnya, masih dengan perut kosong, mereka pergi ke kuil setempat dan mempersembahkan bunga dan makanan kepada dewa di sana. Ada yang memandikan berhala itu dan menghiasinya dengan bedak berwarna merah dan kuning.
”Hampir setiap rumah mempunyai sudut atau bahkan ruangan untuk memuja dewa favorit keluarga. Dewa yang populer di beberapa daerah adalah Ganesa, dewa gajah. Orang khususnya berdoa kepada dia meminta keberuntungan, karena dia dikenal sebagai penyingkir segala rintangan. Di tempat lain, Krisna, Rama, Siwa, Durga, atau dewa lain mungkin dipuja sebagai dewa atau dewi utama.”—Tara C., Kathmandu, Nepal.

Mecari yg tidak di kenal melalui ilmu Gaib dan Spiritisme.


Pasal
4

Mencari
yang Tidak Dikenal melalui Ilmu Gaib dan Spiritisme

”ORANG-ORANG Athena, aku memperhatikan bahwa dalam segala hal kamu tampaknya lebih cenderung untuk takut kepada dewa-dewa, dibanding orang-orang lain.” (Kisah 17:22) Itulah yang rasul Kristen Paulus katakan kepada kumpulan orang banyak di Areopagus, atau Bukit Mars, yang terletak di kota Athena kuno, Yunani. Kata-kata tersebut Paulus ucapkan karena sebelumnya ia telah melihat bahwa ”kota itu penuh dengan berhala”. (Kisah 17:16) Apa yang telah ia lihat?

2
Paulus pasti telah melihat beragam dewa-dewi Yunani dan Romawi di kota kosmopolitan tersebut, dan nyata bahwa penyembahan kepada dewa-dewi sangat mendominasi kehidupan penduduknya. Karena khawatir, kalau-kalau secara tidak sengaja mereka lupa memuja dewa yang penting atau yang sangat berkuasa sehingga dapat membangkitkan amarahnya, orang Athena bahkan menyembah ”Allah Yang Tidak Dikenal”. (Kisah 17:23) Hal itu jelas memperlihatkan ketakutan mereka kepada dewa-dewi.

Unsur yg sama dlm mitos-mitos.


Pasal
3

Unsur
yang Sama dalam Mitos-Mitos

UNTUK apa membahas mitos? Bukankah mitos sekadar imajinasi orang zaman dulu? Walaupun banyak mitos memang didasarkan atas imajinasi, ada juga yang didasarkan atas fakta. Contohnya adalah mitos dan legenda di seluruh dunia yang didasarkan atas fakta mengenai Air Bah, atau Banjir sedunia, yang diceritakan dalam Alkitab.

2
Kita membahas mitos karena mitos merupakan dasar untuk kepercayaan dan ritus yang masih terdapat dalam agama-agama dewasa ini. Sebagai contoh, jika dilacak, kepercayaan akan jiwa yang tidak berkematian ternyata berawal dari mitos-mitos Asiria-Babilonia kuno, lalu Mesir, Yunani, serta Romawi, hingga Susunan Kristen, yang menjadikan kepercayaan itu sebagai ajaran dasar dalam teologinya. Mitos merupakan bukti bahwa manusia zaman dulu mencari allah-allah, dan juga mencari makna kehidupan. Dalam pasal ini, kita akan membahas secara singkat beberapa tema yang selalu muncul di berbagai mitos kebudayaan-kebudayaan besar dunia. Seraya kita memeriksa mitos-mitos ini, kita akan melihat bahwa penciptaan, Air Bah, dewa-dewi dan manusia-manusia setengah dewa, jiwa yang tidak berkematian, dan penyembahan matahari selalu ada sebagai unsur yang sama dalam berbagai mitos. Mengapa demikian?