"

Senin, 11 Februari 2013

Agama----Bagaimana Asal Mulanya ?

Pasal
2

Agama—Bagaimana
Asal Mulanya?

SEJARAH agama sudah setua sejarah manusia itu sendiri. Demikianlah kata para arkeolog dan para antropolog. Dalam berbagai peradaban yang paling ”primitif” pun, yaitu yang belum maju, ditemukan bukti adanya ibadat dalam bentuk tertentu. Malahan, The New Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa ”sejauh yang telah ditemukan oleh para pakar, tidak pernah ada seorang pun, di mana pun, dan kapan pun, yang sama sekali tidak religius”.

2
Selain sudah ada sejak purbakala, agama juga banyak variasinya. Para pemburu kepala manusia di hutan belantara di Kalimantan, orang Eskimo di Kutub Utara yang dingin membeku, orang nomad di Gurun Sahara, penduduk kota-kota metropolis besar di dunia—setiap orang dan setiap bangsa di bumi mempunyai allah atau dewa-dewi dan cara beribadatnya sendiri. Keanekaragaman agama benar-benar mencengangkan.

3
Maka, timbullah berbagai pertanyaan. Dari mana munculnya semua agama ini? Karena ada perbedaan maupun kesamaan yang mencolok, apakah agama-agama ini muncul sendiri-sendiri, atau mungkin berkembang dari satu sumber? Kita bahkan mungkin bertanya: Mengapa ada agama? Dan, bagaimana asal mulanya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini benar-benar penting bagi semua orang yang berminat mengetahui kebenaran tentang agama dan kepercayaan agama.

Mengapa berminat pada agama Lain ??

Pasal 1
Mengapa
Berminat pada Agama Lain?

TIDAK soal di mana Anda tinggal, pasti Anda telah melihat sendiri bagaimana pengaruh agama atas kehidupan jutaan orang, mungkin kehidupan Anda sendiri juga. Di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya menganut Hinduisme, Anda akan sering melihat orang melakukan puja—upacara yang antara lain mencakup memberikan sesajen kepada dewa-dewi, berupa kelapa, bunga, dan buah. Seorang pendeta akan membubuhkan setitik pewarna merah atau kuning, yaitu tilak, di dahi para penganut. Selain itu, jutaan orang setiap tahun berkumpul di Sungai Gangga untuk disucikan oleh airnya.

2
Di negeri-negeri Katolik, Anda akan melihat orang-orang berdoa di gereja dan di katedral sambil memegang salib atau rosario. Manik-manik rosario digunakan untuk menghitung doa yang dipanjatkan sebagai pemujaan kepada Maria. Dan, tidaklah sulit mengenali biarawati dan imam dari jubah mereka yang khas.

Minggu, 10 Februari 2013

Apakah nasib anda sudah ditentukan oleh Allah ?

Apakah
Nasib Anda Sudah Ditentukan?
Pada suatu pagi, seorang pengusaha bergegas ke bandara, tetapi ketinggalan pesawat. Tidak lama kemudian, ia mendengar berita—pesawat itu jatuh. Semua penumpang tewas.

Dari waktu ke waktu, kita mendengar laporan tentang orang yang lolos dari kecelakaan fatal. Kata orang, ”Belum waktunya ia mati.” Tetapi, kalau ada yang tewas, orang mengatakan, ”Ya, memang sudah waktunya.” Ada yang percaya bahwa sejak lahir, nasib seseorang sudah digariskan oleh suatu hukum keberuntungan. Ada lagi yang percaya bahwa orang yang berbuat jahat dalam kehidupan sebelumnya dihukum dalam kehidupan sekarang, dan orang yang berbuat baik sekarang akan diupahi dalam kehidupan berikutnya. Menurut orang-orang tersebut yang percaya kepada nasib, dengan berbuat baik dan dengan menjalani upacara keagamaan tertentu mereka dapat mengubah nasib mereka. Apakah pandangan-pandangan itu masuk akal?

Apakah dunia ini akan selamat ??

Apakah
Dunia Ini Akan Selamat?

Tidak ada generasi lain yang pernah mendengar begitu banyak pembicaraan mengenai akhir dunia. Banyak orang takut dunia ini akan berakhir dalam suatu bencana nuklir. Yang lain berpikir bahwa polusi mungkin akan menghancurkan dunia. Yang lain lagi khawatir bahwa kekacauan ekonomi akan mengakibatkan massa manusia saling melawan satu sama lain.

Apakah dunia ini bisa benar-benar berakhir? Jika demikian, apa artinya ini? Pernahkah sebelumnya ada suatu dunia yang berakhir?

Suatu
Dunia Berakhir—Dunia Lain Menggantikannya

Kamis, 15 November 2012

Hidup kekal bukan impian belaka











Pasal
1

Hidup
Kekal Bukan Impian Belaka

KEBAHAGIAAN di bumi—kedengarannya mustahil dinikmati sekalipun untuk waktu yang singkat. Penyakit, usia tua, kelaparan, kejahatan sering membuat hidup ini sengsara—tetapi ini baru sebagian dari begitu banyak problem. Jadi, bicara tentang hidup kekal dalam firdaus di bumi mungkin seakan-akan seperti menutup mata terhadap kenyataan. Mungkin rasanya seperti buang waktu saja untuk membicarakan hal itu, seolah-olah hidup kekal hanya impian belaka.

Senin, 05 November 2012

Apa yang harus saudara lakukan untuk hidup kekal.







Pasal
30

Apa
yang Harus Saudara Lakukan untuk Hidup Kekal

ALLAH YEHUWA menawarkan sesuatu yang menakjubkan kepada saudara—kehidupan kekal dalam sistem baru-Nya yang adil-benar. (2 Petrus 3:13) Akan tetapi, kehidupan pada masa itu bergantung pada apakah saudara melakukan kehendak Allah sekarang. Dunia yang jahat sekarang, termasuk semua orang yang tetap menjadi bagian darinya, segera akan lenyap, “tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17) Jadi saudara harus memilih antara dua haluan. Satu menuju kematian dan yang lain menuju kehidupan kekal. (Ulangan 30:19, 20) Mana yang akan saudara tempuh?

Kamis, 01 November 2012

Membina keluarga yg sukses.







Pasal
29

Membina
Keluarga yang Sukses

KETIKA Allah Yehuwa menciptakan pria dan wanita pertama, Ia mempersatukan mereka untuk menghasilkan sebuah keluarga. (Kejadian 2:21-24; Matius 19:4-6) Maksud-tujuan Allah adalah agar pasangan suami istri ini berkembang dengan melahirkan anak-anak. Kemudian, apabila anak-anak ini menjadi dewasa, mereka akan menikah dan membentuk keluarga sendiri. Maksud-tujuan Allah adalah, agar pada waktunya keluarga-keluarga yang bahagia akan hidup di setiap bagian dari bumi. Mereka akan menjadikan seluruh bumi suatu firdaus yang indah.—Kejadian 1:28.