"

Senin, 11 Februari 2013

Hinduisme----Pencarian akan kelepasan.

Pasal
5

Hinduisme—Pencarian
akan Kelepasan
”Menurut kebiasaan masyarakat Hindu, hal pertama yang dilakukan setiap pagi ialah mandi di sungai terdekat atau di rumah jika tidak ada sungai atau kali. Mereka percaya bahwa hal ini akan menyucikan mereka. Selanjutnya, masih dengan perut kosong, mereka pergi ke kuil setempat dan mempersembahkan bunga dan makanan kepada dewa di sana. Ada yang memandikan berhala itu dan menghiasinya dengan bedak berwarna merah dan kuning.
”Hampir setiap rumah mempunyai sudut atau bahkan ruangan untuk memuja dewa favorit keluarga. Dewa yang populer di beberapa daerah adalah Ganesa, dewa gajah. Orang khususnya berdoa kepada dia meminta keberuntungan, karena dia dikenal sebagai penyingkir segala rintangan. Di tempat lain, Krisna, Rama, Siwa, Durga, atau dewa lain mungkin dipuja sebagai dewa atau dewi utama.”—Tara C., Kathmandu, Nepal.

Mecari yg tidak di kenal melalui ilmu Gaib dan Spiritisme.


Pasal
4

Mencari
yang Tidak Dikenal melalui Ilmu Gaib dan Spiritisme

”ORANG-ORANG Athena, aku memperhatikan bahwa dalam segala hal kamu tampaknya lebih cenderung untuk takut kepada dewa-dewa, dibanding orang-orang lain.” (Kisah 17:22) Itulah yang rasul Kristen Paulus katakan kepada kumpulan orang banyak di Areopagus, atau Bukit Mars, yang terletak di kota Athena kuno, Yunani. Kata-kata tersebut Paulus ucapkan karena sebelumnya ia telah melihat bahwa ”kota itu penuh dengan berhala”. (Kisah 17:16) Apa yang telah ia lihat?

2
Paulus pasti telah melihat beragam dewa-dewi Yunani dan Romawi di kota kosmopolitan tersebut, dan nyata bahwa penyembahan kepada dewa-dewi sangat mendominasi kehidupan penduduknya. Karena khawatir, kalau-kalau secara tidak sengaja mereka lupa memuja dewa yang penting atau yang sangat berkuasa sehingga dapat membangkitkan amarahnya, orang Athena bahkan menyembah ”Allah Yang Tidak Dikenal”. (Kisah 17:23) Hal itu jelas memperlihatkan ketakutan mereka kepada dewa-dewi.

Unsur yg sama dlm mitos-mitos.


Pasal
3

Unsur
yang Sama dalam Mitos-Mitos

UNTUK apa membahas mitos? Bukankah mitos sekadar imajinasi orang zaman dulu? Walaupun banyak mitos memang didasarkan atas imajinasi, ada juga yang didasarkan atas fakta. Contohnya adalah mitos dan legenda di seluruh dunia yang didasarkan atas fakta mengenai Air Bah, atau Banjir sedunia, yang diceritakan dalam Alkitab.

2
Kita membahas mitos karena mitos merupakan dasar untuk kepercayaan dan ritus yang masih terdapat dalam agama-agama dewasa ini. Sebagai contoh, jika dilacak, kepercayaan akan jiwa yang tidak berkematian ternyata berawal dari mitos-mitos Asiria-Babilonia kuno, lalu Mesir, Yunani, serta Romawi, hingga Susunan Kristen, yang menjadikan kepercayaan itu sebagai ajaran dasar dalam teologinya. Mitos merupakan bukti bahwa manusia zaman dulu mencari allah-allah, dan juga mencari makna kehidupan. Dalam pasal ini, kita akan membahas secara singkat beberapa tema yang selalu muncul di berbagai mitos kebudayaan-kebudayaan besar dunia. Seraya kita memeriksa mitos-mitos ini, kita akan melihat bahwa penciptaan, Air Bah, dewa-dewi dan manusia-manusia setengah dewa, jiwa yang tidak berkematian, dan penyembahan matahari selalu ada sebagai unsur yang sama dalam berbagai mitos. Mengapa demikian?

Agama----Bagaimana Asal Mulanya ?

Pasal
2

Agama—Bagaimana
Asal Mulanya?

SEJARAH agama sudah setua sejarah manusia itu sendiri. Demikianlah kata para arkeolog dan para antropolog. Dalam berbagai peradaban yang paling ”primitif” pun, yaitu yang belum maju, ditemukan bukti adanya ibadat dalam bentuk tertentu. Malahan, The New Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa ”sejauh yang telah ditemukan oleh para pakar, tidak pernah ada seorang pun, di mana pun, dan kapan pun, yang sama sekali tidak religius”.

2
Selain sudah ada sejak purbakala, agama juga banyak variasinya. Para pemburu kepala manusia di hutan belantara di Kalimantan, orang Eskimo di Kutub Utara yang dingin membeku, orang nomad di Gurun Sahara, penduduk kota-kota metropolis besar di dunia—setiap orang dan setiap bangsa di bumi mempunyai allah atau dewa-dewi dan cara beribadatnya sendiri. Keanekaragaman agama benar-benar mencengangkan.

3
Maka, timbullah berbagai pertanyaan. Dari mana munculnya semua agama ini? Karena ada perbedaan maupun kesamaan yang mencolok, apakah agama-agama ini muncul sendiri-sendiri, atau mungkin berkembang dari satu sumber? Kita bahkan mungkin bertanya: Mengapa ada agama? Dan, bagaimana asal mulanya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini benar-benar penting bagi semua orang yang berminat mengetahui kebenaran tentang agama dan kepercayaan agama.

Mengapa berminat pada agama Lain ??

Pasal 1
Mengapa
Berminat pada Agama Lain?

TIDAK soal di mana Anda tinggal, pasti Anda telah melihat sendiri bagaimana pengaruh agama atas kehidupan jutaan orang, mungkin kehidupan Anda sendiri juga. Di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya menganut Hinduisme, Anda akan sering melihat orang melakukan puja—upacara yang antara lain mencakup memberikan sesajen kepada dewa-dewi, berupa kelapa, bunga, dan buah. Seorang pendeta akan membubuhkan setitik pewarna merah atau kuning, yaitu tilak, di dahi para penganut. Selain itu, jutaan orang setiap tahun berkumpul di Sungai Gangga untuk disucikan oleh airnya.

2
Di negeri-negeri Katolik, Anda akan melihat orang-orang berdoa di gereja dan di katedral sambil memegang salib atau rosario. Manik-manik rosario digunakan untuk menghitung doa yang dipanjatkan sebagai pemujaan kepada Maria. Dan, tidaklah sulit mengenali biarawati dan imam dari jubah mereka yang khas.

Minggu, 10 Februari 2013

Apakah nasib anda sudah ditentukan oleh Allah ?

Apakah
Nasib Anda Sudah Ditentukan?
Pada suatu pagi, seorang pengusaha bergegas ke bandara, tetapi ketinggalan pesawat. Tidak lama kemudian, ia mendengar berita—pesawat itu jatuh. Semua penumpang tewas.

Dari waktu ke waktu, kita mendengar laporan tentang orang yang lolos dari kecelakaan fatal. Kata orang, ”Belum waktunya ia mati.” Tetapi, kalau ada yang tewas, orang mengatakan, ”Ya, memang sudah waktunya.” Ada yang percaya bahwa sejak lahir, nasib seseorang sudah digariskan oleh suatu hukum keberuntungan. Ada lagi yang percaya bahwa orang yang berbuat jahat dalam kehidupan sebelumnya dihukum dalam kehidupan sekarang, dan orang yang berbuat baik sekarang akan diupahi dalam kehidupan berikutnya. Menurut orang-orang tersebut yang percaya kepada nasib, dengan berbuat baik dan dengan menjalani upacara keagamaan tertentu mereka dapat mengubah nasib mereka. Apakah pandangan-pandangan itu masuk akal?

Apakah dunia ini akan selamat ??

Apakah
Dunia Ini Akan Selamat?

Tidak ada generasi lain yang pernah mendengar begitu banyak pembicaraan mengenai akhir dunia. Banyak orang takut dunia ini akan berakhir dalam suatu bencana nuklir. Yang lain berpikir bahwa polusi mungkin akan menghancurkan dunia. Yang lain lagi khawatir bahwa kekacauan ekonomi akan mengakibatkan massa manusia saling melawan satu sama lain.

Apakah dunia ini bisa benar-benar berakhir? Jika demikian, apa artinya ini? Pernahkah sebelumnya ada suatu dunia yang berakhir?

Suatu
Dunia Berakhir—Dunia Lain Menggantikannya